PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
HASIL HUTAN

XYLARIUM BOGORIENSE 1915

Identifikasi Kayu Asia Tenggara

Editor : Andianto, Listya Mustika Dewi
E-mail: andiant068@yahoo.co.id, lizthya@yahoo.com

Catatan:
Hasil yang diperoleh perlu diverifikasi dengan cara: 1) Merujuk koleksi sampel kayu, 2) Merujuk deskripsi jenis ybs dalam pustaka.
Kode terpilih : Jumlah ditemukan :
 
Ciri Anatomi
Batas lingkar tumbuh jelas
Batas lingkar tumbuh tidak jelas atau tidak ada
Kayu berpori tata-lingkar
Kayu berpori semi tata-lingkar
Kayu berpori tata-baur
Pembuluh dalam pita tangensial
Pembuluh dalam pola radial atau diagonal
Pembuluh dalam pola dendritik
Pembuluh seluruhnya soliter (90% atau lebih)
Pembuluh berganda radial lebih dari 4 biasa dijumpai
Pembuluh bergerombol biasa dijumpai
Garis luar pembuluh soliter bersegi
Bidang perforasi sederhana
Bidang perforasi bentuk tangga
Bid. perforasi bentuk tangga dgn < 10 palang
Bid. perforasi bentuk tangga dgn 10-20 palang
Bid. perforasi bentuk tangga dgn 20-40 palang
Bid. perforasi bentuk tangga dgn > 40 palang
Bid. perforasi bentuk jala, tapisan dan lain-lain
Ceruk antar pembuluh bentuk tangga
Ceruk antar pembuluh berhadapan
Ceruk antar pembuluh selang-seling
Bentuk ceruk selang seling bersegi banyak
Ceruk antar pembuluh sangat kecil (< 4 mikron)
Ceruk antar pembuluh kecil (4-7 mikron)
Ceruk antar pembuluh sedang (7-10 mikron)
Ceruk antar pembuluh besar (> 10 mikron)
Selang ukuran ceruk antar pembuluh (mikron)
Ceruk berumbai
Ceruk antar pembuluh-jejari dengan halaman yang jelas serupa dengan ceruk antar pembuluh dalam hal bentuk dan ukuran
Ceruk bundar atau bersudut
Ceruk pembuluh-jejari dengan halaman yang sangat dipersempit sampai tampaknya sederhana, ceruk horisontal (skalariform/bentuk kasa) atau vertikal (palisade)
Ceruk dua ukuran atau tipe yang berbeda dalam sel yang sama
Ceruk antar pembuluh-jejari bergabung searah dan kasar (>10 mikron)
Ceruk terbatas pada baris marjinal
Penebalan heliks dalam elemen pembuluh ada
Penebalan heliks pada seluruh badan pembuluh
Penebalan pembuluh hanya pada ekor elemen pembuluh
Penebalan heliks hanya pada pembuluh yang sempit
Diameter rata-rata lumen pembuluh < 50 mikron
Diameter rata-rata lumen pembuluh 50-100 mikron
Diameter tangensial rata-rata lumen pembuluh 100-200 mikron
Diameter rata-rata lumen pembuluh > 200 mikron
Rata-rata, Standar Deviasi, Selang n = x
Pembuluh dua kelas diameter yang tegas, kayu bukan tata-lingkar
< 5 pembuluh per mm persegi
5-20 pembuluh per mm persegi
20-40 pembuluh per mm persegi
40-100 pembuluh per mm persegi
>100 pembuluh per mm persegi
Rata-rata, Standar Deviasi, Selang, n = x
Panjang rata-rata elemen pembuluh < 350 mikron
Panjang rata-rata elemen pembuluh 350-800 mikron
Panjang rata-rata elemen pembuluh > 800 mikron
Rata-rata, Standar Deviasi, Selang, n = x
Tilosis biasa dijumpai
Tilosis sklerotik
Getah dan endapan lainnya dalam pembuluh kayu teras
Kayu tanpa pembuluh
Trakeida vaskular/vaskisentrik ada
Serat dengan ceruk sederhana sampai berhalaman sangat kecil
Serat dengan ceruk berhalaman yang tegas
Ceruk serat biasa pada permukaan radial dan tangensial
Penebalan heliks pada jaringan dasar serat
Serat bersekat ada
Serat tak bersekat ada
Pita serat serupa parenkim selang seling dengan serat biasa
Serat berdinding sangat tipis
Serat berdinding tipis sampai tebal
Serat berdinding sangat tebal
Panjang serat rata-rata < 900 mikron
Panjang serat rata-rata 900-1600 mikron
Panjang serat rata-rata > 1600 mm
Rata-rata, Standar Deviasi, Selang, n = x
Parenkim aksial tidak ada atau sangat jarang
Parenkimaksial baur (tersebar)
Parenkim aksial tersebar dalam kelompok
Parenkim aksial paratrakea jarang
Parenkim aksial vaskisentrik
Parenkim aksial aliform
Parenkim aksial aliform ketupat
Parenkim aksial aliform bersayap
Parenkim aksial konfluen
Parenkim aksial paratrakea sepihak
Parenkim pita lebih dari 3 lapis sel tebalnya
Parenkim aksial dalam pita sempit sampai 3 lapis sel tebalnya
Parenkimaksial bentuk jala
Parenkim aksial bentuk tangga
Parenkim aksial pada marjin atau tampaknya pita marjinal
Parenkim bentuk gelendong
Dua sel parenkim per untai
Empat (3-4) sel parenkim per untai
Delapan (5-8) sel per untai
Lebih dari 8 sel per untai parenkim
Parenkim tanpa lignin
Jari-jari seluruhnya satu seri
Jari-jari dengan lebar 1-3 sel
Jari-jari besar biasanya 4-10 seri
Jari-jari besar biasanya > 10 seri
Jari jari dengan bagian multiseri sama lebar dengan bagian uniseri
Jari-jari agregat ada
Tinggi jari-jari > 1 mm
Jari-jari dua macam lebar
Semua sel jari-jari baring
Semua sel jari-jari tegak dan/atau bujur sangkar
Sel tubuh jari-jari baring dengan 1 jalur sel tegak atau bujur sangkar
Sel tubuh jari-jari baring dengan umumnya 2-4 jalur sel tegak marjinal
Sel tubuh jari-jari baring dengan umumnya lebih dari 4 jalur sel tegak marjinal
Jari-jari dengan sel baring, sel tegak, dan sel bujur sangkar bercampur di seluruh jari-jari
Sel seludang ada
Sel ubin ada
Sel jari-jari berperforasi ada
Dinding sel jari-ari terpisah (disjunctive) ada
< 4 jari-jari per mm
4-12 jarijari per mm
> 12 jari-jari per mm
Kayu tanpa jari-jari
Seluruh jari-jari bertingkat
Jari-jari rendah bertingkat, jari-jari tinggi tidak bertingkat
Parenkim aksial dan atau elemen pembuluh bertingkat
Serat bertingkat
Jari-jari dan/atau elemen aksial bertingkat tak teratur
Jumlah jajar jari-jari per mm aksial
Sel minyak dan/sel lendir berasosiasi dengan jari-jari
Sel minyak dan/sel lendir berasosiasi dengan parenkim aksial
Sel minyak dan sel lendir ada di antara serat
Saluran aksial dalam deret tangensial panjang
Saluran aksial dalam deret tangensial pendek
Saluran aksial tersebar (baur)
Saluran radial ada
Saluran interselular traumatik
Saluran getah dan tanin
Kulit tersisip konsentrik
Kulit tersisip terpencar
Varian kambial lainnya
Kristal prismatik ada
Kristal prismatik dalam sel tegak atau sel bujur sangakar marjinal
Kristal prismatik dalam sel baring
Kristal prismatik berderet radial dalam sel baring jari -jari
Kristal prismatik dalam sel tegak/bujur sangkar berbilik
Kristal prismatik dalam sel parenkim aksial tak berbilik
Kristal prismatik dalam sel parenkim aksial berbilik
Kristal prismatik dalam serat
Druse ada
Druse dalam sel parenkim jari-jari
Druse dalam sel parenkim aksial
Druse dalam serat
Druse dalam sel berbilik
Kristal rafid
Kristal asikular
Kristal styloid atau memanjang
Kristal bentuk lain (umumnya kecil)
Kristal pasir
Lebih dari satu kristal berukuran sama per sel atau bilik
Dua kristal ukuran berbeda per sel atu bilik
Kristal dalam sel yang membesar
Kristal dalam tilosis
Kistolith
Butir silika ada
Butir silika dalam jari-jari
Butir silika dalam sel parenkim aksial
Butir silika dalam serat
Silika vitreous
Identitas Yang Disarankan
Copyright © Pustekolah 2013 allright reserved | Page rendered in 0.1122 seconds